Kamis, 27 Agustus 2020

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat melalui Tim Pengawas UPTD PSDKPWS bersama dengan Satwas PSDKP Pelabuhan Ratu Wilker Pangandaran, Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kab. Pangandaran serta didampingi Pokmaswas Jaya Tirta Citanduy.

Melakukan Pengawasan Bersama Menindaklajuti Laporan Pokmaswas Terkait Penangkapan Ikan yang Tidak Ramah Lingkungan (penggunaan racun, pengeboman dan penyetruman) khususnya pada malam hari di Sungai Citanduy, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Pengawasan dilaksanakan dari hilir ke hulu Sungai Citanduy sejauh kurang lebih 25 KM dari pukul 21.43 sampai pukul 23.49 WIB. Meskipun didapatkan beberapa orang nelayan yang sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan, akan tetapi sampai patroli pengawasan selesai tidak didapatkan satupun nelayan yang membawa alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Patroli pengawasan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan ini akan secara rutin dilaksanakan oleh DKP Jawa Barat, sebagai bentuk pembinaan dan sosialisasi penerapan undang-undang No. 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas undang-undang No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan Khususnya Pasal 8 ayat (1) bahwa Setiap orang dilarang melakukan penangkapan ikan dan/atau pembudidayaan ikan dengan menggunakan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak, alat dan/atau cara, dan/atau bangunan yang dapat merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan/atau lingkungannya di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia, dan dijelaskan pada pasal 84 ayat (1) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1,2 miliar.