Senin, 07 September 2020

Ikan merupakan Sumberdaya ikan bersifat open acces serta common property sehingga semua orang dapat memanfaatkannya tetapi harus memperhatikan kaidah keberlanjutan sumberdaya ikan sehingga sumberdaya ikan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Salah satu upaya menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumberdaya ikan dilakukan melalui kegiatan pengawasan terhadap pemanfaatan sumberdaya ikan yang melanggar peraturan perundang-undangan. UPTD Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara yang mempunyai tugas melakukan pengawasan SDKP di wilayah utara Jawa Barat, secara rutin melakukan pemantauan ataupun patroli terpadu bersama stakeholder terkait.

Dalam menjalankan tupoksinya tersebut, maka pada hari Senin tanggal 07 September 2020 berlokasi di Desa Singaraja – Kabupaten Indramayu, telah dilaksanakan kegiatan penertiban alat tangkap garok ondol-ondol. Kegiatan penertiban alat tangkap garok ondol-ondol merupakan tindak lanjut dari laporan nelayan setempat yang merasa resah dengan kehadiran para nelayan dengan alat tangkap garok ondol-ondol karena dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan perairan wilayah Singaraja – Kabupaten Indramayu. Alat tangkap garok ondol-ondol dapat merusak lingkungan karena sifatnya yang aktif dan dioperasikan di dasar perairan. Para nelayan yang mengunakan alat tangkap garok ondol-ondol berasal dari Gebang Kabupaten Cirebon. Adapun pihak yang terlibat dalam penertiban alat tangkap garok ondol-ondol yaitu UPTD PSDKP WU (diwakili oleh Kasi SDP, PPNS, Pengawas Pemanfaatan SDKP, dan tenaga teknis lainnya), Satuan Pengawas (Satwas) Kejawanan, Polairud Indramayu , Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu serta HNSI Kabupaten Indramayu.

Dari hasil penertiban diperoleh hasil bahwa alat tangkap garok ondol-ondol yang digunakan oleh para nelayan dari Gebang memiliki panjang sekitar 3,5 meter sedangkan menurut Permen KP No. 71/PERMEN-KP/2016 disebutkan bahwa alat tangkap garok dengan menggunakan kapal (boat dredges) harus memiliki bukaan mulut dengan panjang maksimal 2,5 meter dan tinggi maksimal 0.5 meter dengan Kapal Motor maskimal 5 GT dan melakukan operasional penangkapan ikan di jalur IB ke atas (diatas 2 Mil). Atas dasar tersebut maka alat tangkap tersebut sudah melanggar peraturan sehingga perlu ditertibkan.

Pada saat kegiatan penertiban alat tangkap garok ondol-ondol di Desa Singaraja – Kabupaten Indramayu ditemukan 7 unit armada kapal penangkap ikan yang mengunakan alat tangkap tersebut. Setelah dilakukan pendekatan terhadap para nelayan, maka terjadi kesepakatan bahwa para nelayan garok ondol-ondol mengakui kesalahannya dan bersedia untuk menyerahankan secara sukarela alat tangkap garok ondol-ondol ke UPTD PSDKP WU dilengkapi berita acara penyerahannya. Apabila di kemudian hari para nelayan tersebut ditemukan masih menggunaan alat tangkap garok ondol-ondol, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.